PURWOREJO - Hujan deras yang mengguyur selama dua hari tanpa henti juga memicu terjadinya tanah longsor di sejumlah wilayah. Setidaknya hingga kemarin puluhan rumah di wilayah Kecamatan Bruno, Bener, dan Loano, diterjang tanah longsor. Satu orang warga dilaporkan mengalami luka parah dan kerugian material ditaksir mencapai ratusan juta rupiah.
Komandan Kodim 0708/Purworejo Letkol Inf Ade Adrian kemarin langsung mengerahkan personil TNI untuk membantu warga melakukan kegiatan tanggap darurat untuk membantu warga di Desa Sedayu, Kecamatan Loano yang terkena longsor. Dandim menyebutkan, di Desa Sedayu longsor menimpa rumah Alek Sugiyanto (60) di Dusun Sletek RT 1 RW 5 dengan kondisi rusak berat dengan taksiran kerugian Rp 80 juta. Bagian atap rumah tertimpa pohon yang roboh terbawa tanah longsor. Longsor juga menimpa rumah Ngateman (43) di RT 1 RW 7 Desa Sedayu. Kerusakan terjadi di bagian dapur.
"Personil TNI siap setiap saat untuk dikerahkan membantu kegiatan tanggap darurat bencana alam. Anggota kami di Kodim seluruhnya siaga mengingat saat ini sedang rawan bencana, baik tanah longsor maupun banjir," katanya. Dandim menegaskan, pihaknya sudah menginstruksikan seluruh Danramil dan para Babinsa agar bergerak cepat melaporkan setiap kejadian dan segera membantu warga jika terjadi bencana alam. "Semua harus memantau wilayah masing-masing setiap saat," katanya.
Sementara itu, Camat Bruno Drs Martono mengungkapkan, longsor di wilayahnya mengakibatkan salah satu warga Desa Puspo, I'is mengalami luka parah setelah tertimpa material tanah longsor yang menerjang rumahnya. "Saat ini korban mendapat perawatan medis di rumah sakit," katanya. Lebih lanjut dirinci Martono, di Desa Puspo ini longsor juga menimpa rumah milik Jaelani serta mengancam rumah milik Muslih.
Selanjutnya di Desa Brunosari, Dusun Sirebut longsor menerjang tiga rumah, masing-masing milik Kosim dengan kondisi nyaris roboh, milik Miftahul yang juga nyaris roboh, dan milik Usman juga kondisinya terancam. Di desa yang sama Dusun Singojoyo, ada sebuah rumah yang dari dalamnya keluar mata air. Pemilik rumah resah dan akhirnya mengungsi lantaran mata air itu muncul setelah lantai rumah retak. Selanjutnya masih di desa yang sama Dusun Sabrang Wetan, satu rumah roboh terbawa tanah longsor serta sejumlah rumah terancam. Di lokasi ini, dua tiang listrik juga roboh.
Martono menyebutkan, warga bekerjasama dengan aparat langsung melakukan kerja bakti. "Kerugian pasti masih kami hitung. Warga sangat membutuhkan bantuan makanan. Stok yang ada di kecamatan saat ini sudah habis," katanya berharap Pemkab segera mengirimkan bantuan sembako.
---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Cara Mudah, Cepat Dan Tanpa Resiko Membuat Uang Secara Online, Ikutan Gabung yuk ! Klik Disini !
---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Baca juga :