Laman

JAMU SESAK NAFAS, ASMA SEMBUH PERMANEN

Kabar gembira, Bagi anda atau saudara/teman anda yang menderita sesak napas,asma, karena merokok atau sebab lain, kini tersedia obatnya, InsyaAllah sembuh, 90 % pasien kami sembuh total, minimal bebas kertegantungan obat. Bagi anda yang ingin mencoba (sample gratis), SMS nama dan alamat , kirim ke 081392593617. Klik Disni

-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Tampilkan postingan dengan label Purworejo. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Purworejo. Tampilkan semua postingan

Kamis, 22 Maret 2012

Kabar Purworejo : Serangga Tomcat Mulai Resahkan Warga Purworejo

------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
PURWOREJO -Serangga tomcat yang mewabah di Surabaya, Jawa Timur juga mulai meresahkan warga di Kabupaten Purworejo. Kendati populasinya belum terlalu banyak, tapi sejumlah warga menemukan serangga beracun itu ada di sekeling rumah mereka.
Warga khawatir ditemukannya beberapa tomcat itu menjadi pertanda awal migrasinya ke wilayah Purworejo. "Dulu ulat bulu pertama kali menyerang wilayah Jawa Timur. Tak berselang lama Purworejo juga terserang," ujar Ana (28), salah satu warga di Kelurahan Kledungkarangdalem, Kecamatan Banyuurip ini.
Disebutkan ibu satu anak ini, dalam tiga hari terakhir dia sudah mendapati beberapa ekor serangga tomcat di sekeling rumah. Kebetulan rumahnya di dekat kebun, sehingga serangga tomcat diperkirakan datang dari kebun tersebut. Tomcat biasanya ditemukan di tempat-tempat lembab, dekat jendela, serta tempat dengan cahaya terang.
"Saya menemukan tomcat merambat di tembok belakang rumah. Setelah mendengar berita dampak serangannya, saya khawatir karena punya anak kecil," katanya.
Hal senada diungkapkan warga lainnya, Nugroho (33). Warga yang tinggal di perumahan Doplang ini menyebutkan, serangga tomcat biasanya masuk ke rumah warga setelah padi di sawah panen. "Kalau terkena tomcat kulit rasanya kemrasnyes dan melepuh seperti terbakar," katanya.
Kabid P2PL Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Purworejo drg Dwitiya Suprijono mengatakan, sampai saat ini pihaknya belum mendapatkan laporan adanya serangan tomcat di Kabupaten Purworejo. "Kalau ada serangan silakan laporan, apalagi kalau sudah sampai mewabah, tentu kami akan mengambil langkah-langkan preventif," katanya.
---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Baca Juga:

Warta Purworejo : Pesisir Selatan Rawan Angin Kencang

------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
PURWOREJO - Pesisir selatan Kabupaten Purworejo antara lain Kecamatan Grabag, Ngombol dan Purwodadi rawan dilanda angin kencang. Dalam dua bulan terakhir, angin kencang terjadi di sejumlah desa Kecamatan Grabag hingga merobohkan sejumlah pohon dan menerbangkan atap rumah milik puluhan warga. Selain membahayakan keselamatan, hembusan angin juga menyebabkan tanaman padi usia muda ambruk dan petani terancam gagal panen. Bahkan, saat angin kencang melanda di Grabag pada Selasa (20/3), sejumlah pohon tumbang dan menimpa kabel listrik sehingga mengakibatkan aliran di Desa Nambangan padam. "Sejak pagi listrik padam, sebab kabel listrik PLN putus tertimpa pohon wadang setinggi 20 meter milik Asliyah, salah satu warga kami. Atap belasan rumah warga juga rusak diterbangkan angin," ujar Binarto Lurah Nambangan, saat ditemui KR, Rabu (21/3). Warga secara mandiri langsung mengatasi dampak bencana dengan gotong royong membersihkan pohon tumbang dan memperbaiki atap. Pihak desa juga sudah melapor kepada PLN dan meminta petugas memperbaiki jaringan listrik yang rusak. Angin kencang melanda kawasan selatan hampir setiap hari, saat pagi atau malam. Hembusan datang selama kurang lebih setengah jam disertai dengan hujan rintik-rintik. Tanaman Padi Petani di Nambangan Parto Suwarno (70) menambahkan, angin kencang menyebabkan sawahnya mengalami gagal panen. Tanaman padi berumur 70 hari di lahan seribu meter persegi ambruk dan sebagian besar bulir dipastikan tidak akan berisi beras. "Kalau tanaman ambruk berusia di atas 90 hari tidak jadi masalah karena tetap bisa dipanen. Namun, kalau usia di bawahnya, gabah tidak akan berisi karena batang patah dan menghentikan proses distribusi sari makanan," terangnya. Kasi Perlindungan Masyarakat Kantor Kesatuan Bangsa dan Perlindungan Masyarakat (Kesbanglinmas) Kabupaten Purworejo, Hardoyo mewakili Kepala Kesbanglinmas Drs Boedi Hardjono menambahkan, daerah pesisir selatan memang rawan angin kencang karena sering terbentuk badai di Samudera Hindia yang masuk wilayah Australia. Sedangkan bencana yang terjadi dalam dua bulan terakhir disebabkan aktivitas Badai Lua di wilayah tersebut. Selain pesisir selatan, hampir seluruh daerah di Purworejo rawan terkena bencana angin kencang dan puting beliung. Kawasan rawan terdapat di pegunungan karena banyaknya pohon tinggi yang tumbuh di sekitar permukiman warga. "Angin kencang bisa terjadi di daerah manapun di Purworejo, namun kalau ada aktivitas badai tropis, wilayah pesisir selatan memang paling rawan dan masyarakat harus waspada," tegasnya.

---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Baca Juga:

Berita Purworejo : Harga Bensin Eceran Mulai Naik

------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
PURWOREJO – Meski kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) masih dalam tahap rencana, harga bensin eceran mulai naik. Di sejumlah wilayah di Kecamatan Bruno, Purworejo misalnya, harga sudah menyentuh Rp 6.000 hingga Rp 6.500 per liter. 
Kenaikan tersebut sudah terjadi selama tiga hari terakhir. Penjual menaikkan harga dengan sejumlah pertimbangan, seperti sulitnya mendapatkan bensin di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU).
”Saya biasanya hanya nitip saat kulakan ke kota. Jumlahnya dibatasi maksimal 20 liter. Jadi kalau dikatakan langka, tidak juga. Namun harga memang sudah naik karena sulit mendapatkan dari SPBU,” ungkap Siti Mahmudah, 31, pengecer bensin warga Plipiran RT 03 RW 02, Bruno, kemarin (21/3).
Selain sulit mendapatkan bensin dari SPBU, faktor lain adalah biaya akomodasi. Terlebih jarak tempuh Bruno ke Kutoarjo yang ada SPBU-nya tidak kurang 20 kilometer. Medan yang ditempuh pun termasuk berat.
”Karena sulit mendapatkan bensin, ongkos bawanya juga naik. Kalau saya jual dengan harga sebelumnya malah merugi. Namanya dagang kecil-kecilan, cari untung sedikit untuk memutar uang,” ujarnya.
Siti berharap, pemerintah batal menaikkan harga BBM. Sebagai rakyat dan pedagang kecil ia mengaku sulit menerima kenyataan ini. ”Modal harus ditambah. Pasokan tak pernah ajek, kadang ada kadang tidak. Kasihan kalau ada warga yang kehabisan bensin, mau beli tapi tidak ada,” papar Siti.
Senada, Muhamad Syaifuddin, 16, warga Brondong, Bruno, pun mengaku berat dengan naiknya harga bensin tersebut. Meski begitu, ia tetap memaksakan diri untuk menerima kenyataan dari pada sepeda motor mogok.
”Saya masih sekolah. Sekarang uang saku minta tambah. Kasihan juga orang tua,” keluhnya.
Di Magelang, penolakan terhadap rencana kenaikan harga BBM digelar Aliansi Gerakan Mahasiswa Universitas Muhammadiyah (UM) Magelang. Dengan mengendarai puluhan sepeda motor dan bus kampus, mereka melakukan aksi di beberapa tempat. Massa sempat memblokade ruas jalan Magelang-Jogja, tepatnya Pertigaaan Blondo, Mungkid, sekitar 15 menit. Aparat Polres Magelang kemudian mengarahkan massa ke Gedung DPRD Kabupaten Magelang, tujuan semula untuk menyampaikan aspirasi.
Dalam aksinya, para mahasiswa membentangkan poster dan spanduk bertuliskan berbagai kritikan terhadap pemerintah. Diantaranya ”BBM, Buat Bangsa Miskin”, ”Kami Tolak Kenaikan BBM”, ”BBM Naik, SBY/Boediono Turun”, ”Kami Galau Dengan Ulahmu Menaikkan BBM”, dan ”Presiden Jangan Ngeluh, Dengarkan Keluhan Kami.”
”Turunkan SBY dan Boediono. Kebijakan mereka tidak berpihak kepada masyarakat kecil dan gagal menyejahterakan rakyat miskin,” kata orator aksi, Galih Tahrizal, di atas Bus Kampus

---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Baca Juga:

Kabar Purworejo : Petani di Purworejo Terancam Serangan Wereng Coklat

------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
PURWOREJO - Serangan hama wereng coklat di Kabupaten Purworejo mengganas. Sedikitnya 42 hektare tanaman padi di sejumlah kecamatan terserang hama ini. Bahkan hektaran padi di Kecamatan Purwodadi terancam puso karena tingkat serangan yang relatif parah. Setelah terserang wereng, padi tersebut ambruk dan akhirnya terendam air.
Para petani yang ditemui hari ini mengatakan, serangan hama wereng itu bisa mengakibatkan produksi menurun hingga 50 persen.
Dari pengamatan Suara Merdeka, serangan terparah terjadi di Desa Kebonsari Purwodadi. Areal padi seluas kurang lebih lima hektare ambruk akibat dimakan wereng batang cokelat. "Untung saja wereng menyerang tanaman yang sudah tua, sehingga bulir padi tetap berisi. Namun, serangan menyebabkan tanaman ambruk dan terendam air, jika tidak segera dipanen, petani bisa gagal total," ujar Musriah (36) petani setempat.
Meski masih bisa diselamatkan, namun petani tidak dapat segera memanen padi karena sedikitnya jumlah buruh panen. Panen di pesisir selatan Purworejo yang terjadi serentak, membuat buruh panen kebanjiran order sehingga mereka berani menolak tawaran.
Buruh juga meminta upah tinggi untuk memanen padi yang terendam air karena sulitnya proses pemotongan, pengangkutan dan perontokan. Pada panen normal, buruh mendapatkan bayaran 1/8 gabah panen, namun sulitnya proses pemanenan padi terendam
membuat mereka menaikkan upah menjadi 1/5 hingga 1/4 hasil.
Musriah terpaksa kehilangan hasil hingga 50 persen dari kondisi normal, karena sawah tersebut hanya bisa menghasilkan 800 kilogram gabah, padahal biasanya mencapai 1,6 ton. Gabah menghitam, susah digiling dan hanya laku dijual Rp 2.700 perkilogram.
Kades Kebonsari Sugiyanto menambahkan, wereng batang cokelat hanya menyerang tanaman padi yang dipupuk menggunakan urea, sedangkan sawah organik aman dari hama itu. "Tanaman padi pakai urea memang subur, namun kerapatan jarak antartanaman membuat kelembabannya tinggi, sehingga rentan serangan," ujarnya.
Kabid Tanaman Pangan dan Hortikultura Dinas Pertanian dan Kehutanan (Distanhut) Purworejo Ir Eko Anang SW  menjelaskan, petani harus mewaspadai meledaknya serangan wereng batang cokelat pada musim tanam (MT) II tahun 2012. Antisipasi dapat dilakukan dengan mengisolasi jerami dan membakarnya, serta melakukan pengeringan kurang lebih tujuh hari.
---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Baca Juga:

Minggu, 29 Januari 2012

Kabar Purworejo : DPU Klaim 60 Persen Jalan Kondisinya Baik

---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
PURWOREJO - Meskipun keluhan jalan rusak masih terus muncul, tapi Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kabupaten Purworejo mengklaim kondisi jalan kabupaten, 60 persen sudah baik dan memadahi. Hal itu didasarkan pada standar pelayan minimal dari Menteri Pekerjaan Umum Nomor: 14PRT/N/2010 tentang Target Pelayanan Minimal.
Kepala DPU Ir Fatori menyebutkan, dari total panjang jalan kabupaten yang mencapai 759 KM, data tahun 2010 yang kondisinya baik atau sedang sepanjang 401,32 KM atau 52,41 persen. Kondisi rusak ringan sepanjang 215,95 KM atau 28,74 persen, dan kondisi rusak berat 134,12 KM atau 17,85 persen.
Selama tahun 2011, Fatori mengklaim berhasil memperbaiki sejumlah ruas jalan. Disebutkan, jalan yang kondisinya rusak sepanjang 49,133 KM berhasik diperbaiki dan kondisinya sekarang sudah baik. Dengan demikian, total panjang jalan kabupaten yang kondisinya baik hingga awal tahun 2012 ini mencapai 450,45 KM. "Kondisi rusak berat tetap 134,12 KM," katanya.
Menurut Fatori, panjang jalan yang kondisinya baik itu sudah sesuai dengan target minimal yang ada dalam RPJMDKabupaten Purworejo. Pihaknya akan berusaha mempertahankan kondisi itu hingga 2015.
Diungkapkan Fatori, pihaknya memerlukan anggaran yang cukup besar untuk sekedar mempertahankannya. Dihitung setiap satu kilometer memerlukan biaya pemeliharaan Rp 30 juta. APBD 2012 sebenarnya DPU mengajukan anggaran pemeliharaan sebesar Rp 30 miliar, tapi yang disetujui DPRD hanya Rp 5 miliar.
Ditanya penyebab kerusakan jalan, Fatori mengatakan, perkembangan masyarakat juga ikut andil berkontribusi terhadap kerusakan jalan. Dicontohkan, mobilitas kendaraan yang dulu hanya di wilayah perkotaan sekarang sudah masuk ke desa-desa, bahkan kendaraan angkutan dengan tonase yang berat.
"Tapi itu tidak bisa ditolak karena bagian dari pelayanan ekonomi. Yang perlu dievaluasi sekarang mungkin berkaitan dengan standar jalan, terutama terkait dengan tonase," katanya.
---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
- Cara Mudah, Cepat Dan Tanpa Resiko Membuat Uang Secara Online, Ikutan Gabung yuk !  Klik Disini !
---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Baca juga :

Bisnis Pueworejo : JANGAN BERKEDOK KOPERASI BILA INGIN BERBISNIS

---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
PURWOREJO – Sebanyak 40 pengelola koperasi Dewan Koperasi Indonesia Daerah (Dekopinda) Kabupaten Purworejo, mengikuti pembinaan teknis (bintek) perkoperasian yang berlangsung tiga hari dan dibuka Kepala Bidang Koperasi Disperindagkop Kabupaten Purworejo, Kenik Wahyuningsih SH, di gedung Dekopinda, Jalan Kyai Brengkel Purworejo, baru-baru ini.

Selama mengikuti bintek, mereka menerima materi tentang penyusunan perencanaan strategis, sistem pengendalian intern (SPI) dan menilai tingkat kesehatan KJK/UJK koperasi. Juga disampaikan materi penunjang tentang fungsi dan peran Dekopinda, kebijakan pemerintah, kewirausahaan dan studi lapangan.

Ketua Dekopinda Kabupaten Purworejo, Imam Abu Yusuf SH mengingatkan bahwa koperasi didirikan berdasarkan prinsip-prinsip koperasi. Sesuai amanat konstitusi bahwa koperasi disusun berdasarkan azas kekelurgaan dan kebersamaan, sehingga dalam koperasi tidak dikenal bos koperasi dan koperasi tidak dikenal istilah cabang.

Untuk itu ia minta agar jangan sampai terjadi dengan berkedok badan hukum koperasi, namun dimanfaatkan untuk berbisnis seseorang. Ia mengakui penanganan koperasi yang tidak sehat, menjadi dilematis. Saat sebuah koperasi mengajukan izin, yang menangani pemerintah, sedangkan Dekopinda tidak dilibatkan.

---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
- Cara Mudah, Cepat Dan Tanpa Resiko Membuat Uang Secara Online, Ikutan Gabung yuk !  Klik Disini !
---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Baca juga :

Pertanian Purworejo : Pepaya Kalifornia Makin Populer

---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
PURWOREJO - Pepaya varietas Kalifornia mulai banyak dikembangkan para petani di wilayah pesisir pantai selatan Purworejo. Budidaya pepaya itu untuk memanfaatkan lahan pasir, dan hasilnya ternyata memberikan keuntungan cukup besar bagi para petani.
Hal itu diungkapkan Bupati Purworejo Drs H Mahsun Zain MAg, hari ini. "Potensinya cukup bagus. Hasilnya juga menguntungkan, sehingga bisa menunjang visi pemerintah untuk menjadikan Purworejo sebagai daerah agribisnis," katanya.
Dari pengecekan yang dilakukan, Mahsun menyebutkan petani yang sudah mengembangkan pepaya itu ternyata bisa memperoleh pendapatan hingga Rp 15 juta per minggu. Hasil panenan dijual ke berbagai kota. "Pasarnya masih terbuka lebar," katanya.
Ditegaskan Mahsun, pihaknya sangat mendukung setiap kegiatan budidaya tanaman yang memberikan keuntungan kepada petani. Dia yakin bahwa sektor pertanian bisa menjadi basis perekonomian yang kokoh bagi masyarakat di Kabupaten Purworejo.
"Daerah Purworejo cocoknya memang untuk pertanian. Itu sebabnya mengapa pemerintah lebih fokus ke sektor ini dibandingkan membangun industri modern. Kalau kita mengejar industri modern, sudah kalah jauh dengan negara-negara maju, seperti Amerika dan Jepang," katanya.
Mahsun menambahkan, pihaknya akan berusaha melakukan modernisasi pertanian. Tujuannya agar hasil-hasil pertanian memiliki nilai komparatif sehingga bisa menembus pasar, tidak hanya lokal, tapi juga regional, nasional dan bahkan diharapkan bisa tembus ke market internasional.
---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
- Cara Mudah, Cepat Dan Tanpa Resiko Membuat Uang Secara Online, Ikutan Gabung yuk !  Klik Disini !
---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Baca juga :

Sabtu, 28 Januari 2012

Warta Purworejo : Foto Penampakan Hantu Peri Gegerkan Warga

Foto penampakan hantu yang membuat geger (Foto: Prayitno/Seruu.com)
PURWOREJO - Warga di pesisir pantai selatan Desa Jatimalang, Kecamatan Purwodadi, Purworejo digegerkan dengan penampakan sosok yang diduga mahluk halus dalam sebuah foto yang diambil salah seorang pengunjung pantai tersebut. Warga menyebut penampakan itu adalah sosok peri yang disebut-sebut beberapa kali menampakkan diri dan terlihat oleh warga.
Dalam foto itu, samar dan transparan terlihat sosok perempuan yang mengenakan baju putih dengan rambut panjang terurai. Sorot matanya dingin tanpa ekspresi, tapi tidak terlihat kaki. Justru area di belakang sosok penampakan itu terlihat transparan.
Warga setempat Agus Pujiono menyebutkan, foto tersebut diambil Dedi, seorang pegawai bank yang kebetulan sedang berkunjung ke pantai tersebut. Foto diambil menggunakan kamera ponsel merek Blackberry pada Selasa (21/1) lalu sekitar pukul 08.30.
Agus menceritakan, awalnya dia bersama Dedi hanya mengobrol. Agus kemudian meminta agar Dedi mengambil foto ke arah area di dekat Pos TNI Angkatan Laut (AL) di pantai tersebut.
Tanpa ragu Dedi, kata Agus, mengambil foto dengan obyek sebuah pohon cemara laut. Di luar dugaan, tiba-tiba Dedi hampir saja melempar ponselnya itu begitu mengetahui hasil jepretan. "Tiba-tiba dia kaget dan bilang masya Allah dan ponselnya mau dilempar. Setelah saya cek ternyata ada sosok perempuan di foto itu," katanya.
Kontan saja foto aneh itu dengan cepat menyebar dan menggegerkan masyarakat. Apalagi sebelumnya beberapa warga mengaku pernah melihat sosok perempuan seperti itu di sekitar lokasi dan disebut seorang hantu peri.
"Percaya atau tidak percaya, gambar itu bukan rekayasa. Saya melihat sendiri saat pengambilan foto. Tapi untuk memastikannya mungkin orang yang ahli telematika bisa mengecek," katanya.
---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
- Cara Mudah, Cepat Dan Tanpa Resiko Membuat Uang Secara Online, Ikutan Gabung yuk !  Klik Disini !
---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Baca juga :
Bisnis Online Paling Meunguntungkan
Aduh maaak, terima kasih Tuhan, terima kasih webmaster. Saya bisa kuliahkan anak dan membantu biaya berobat ibu saya yg sakit dengan dana ini. Setelah itu saya betul2 percaya bahwa program bisnis ini bener2 bekerja. Sejak itu saya mulai aktif mempromosikan bisnis ini ke siapa saja, lewat email, milis, sms, dll. Sekarang hasilnya sudah lebih dari 500 juta masuk ke rekening bank saya. Sekali lagi terima kasih webmaster program 5 milyar
. Klik Disini

Salam, Bambang Widjatmoko, Surabaya (Kesaksian)