Laman

JAMU SESAK NAFAS, ASMA SEMBUH PERMANEN

Kabar gembira, Bagi anda atau saudara/teman anda yang menderita sesak napas,asma, karena merokok atau sebab lain, kini tersedia obatnya, InsyaAllah sembuh, 90 % pasien kami sembuh total, minimal bebas kertegantungan obat. Bagi anda yang ingin mencoba (sample gratis), SMS nama dan alamat , kirim ke 081392593617. Klik Disni

-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Tampilkan postingan dengan label Longsor. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Longsor. Tampilkan semua postingan

Selasa, 03 Januari 2012

Longsor di Purworejo Makin Meluas

PURWOREJO, suaramerdeka.com - Bencana tanah longsor yang terjadi di Kabupaten Purworejo dilaporkan meluas. Laporan kejadian yang diterima Kantor Kesbangpolinmas terus bertambah dan mengindikasikan bencana tanah longsor ini meluas.
Dalam rapat koordinasi yang dipimpin Sekda Drs Tri Handoyo MM di ruang rapat Setda kemarin terungkap, tanah longsor paling banyak terjadi di wilayah Kecamatan Bruno. Pemerintah kecamatan sudah berhasil melakukan pendataan yang keseluruhan berjumlah 20 titik dengan total kerugian Rp 104 juta.
Dalam rakor yang dihadiri seluruh camat dan dinas instansi terkait, Camat Bruno Drs Martono Widjisantoso menyebutkan, kendati tidak ada korban jiwa, tapi korban luka, yaitu M Suis (61) warga RT 5 RW 3 Dusun Surodadi, Desa Puspo hingga saat ini masih menjalani perawatan medis di Puskesmas Bruno.
"Korban ini mengalami luka setelah tertimpa material tanah longsor dari tebing setinggi 15 meter hingga mengakibatkan rumahnya rusak total. Total kerugiannya mencapai Rp 15 juta," katanya.
Lebih lanjut diungkapkan Martono, di Desa Puspo seluruhnya ada tiga titik, Desa Plipiran ada satu titik, Desa Pakisarum ada empat titik, dan terbanyak di Desa Brunosari yang mencapai 12 titik. "Korban memerlukan bantuan bahan bangunan untuk memperbaiki rumahnya," katanya.
Camat Gebang Sugeng Priyadi SSos menyebutkan, di wilayahnya terjadi tanah retak di Desa Tlogosono dan mengakibatkan rumah Tugito (49) dan Bariman (46) rusak total karena tembok dan pondasi pecah sehingga tidak layak dihuni.
Ari Setiyadi SSos, Camat Kaligesing melaporkan, longsor di wilayahnya menutup jalan utama Desa Somowono–Ngadirejo, sehingga hanya bisa dilalui kendaraan roda dua. Untuk sementara sudah diusahakan penanganan dengan cara manual secara swadaya oleh masyarakat.
Sementara itu, Camat Pituruh Sudaryono SSos tanah longsor menimpa rumah Budiman warga RT 1 RW 1 Desa Kedunglo. Di desa Purbayan tanah longsor menimpa rumah Tarmidi RT 02 RW 01.
---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Cara Mudah, Cepat Dan Tanpa Resiko Membuat Uang Secara Online, Ikutan Gabung yuk !  Klik Disini !
---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Baca juga : 
-Mandi di Sungai Bogowonto, Hanyut Terseret Arus 

Kabar Purworejo : Longsor Lumpuhkan Jalur Wonosobo-Purworejo

Tebing longsor di pegunungan Dieng desa Setieng, Kejajar, Wonosobo, Jateng, Jumat (27/2). Longsor mengakibatkan jalan Wonosobo-Dieng-Banjarnegara ambrol 25 meter, jalur menuju kawasan wisata Dieng dan Banjarnegara terputus total. ANTARA/Anis E
Hujan lebat tiap hari membuat jalan utama penghubung Kabupaten Wonosobo-Purworejo lumpuh total karena tak bisa dilewati. Jalan provinsi yang berada di Desa Burat Kecamatan Kepil Wonosobo itu longsor sepanjang hampir 100 meter.

Selain tebing longsor dan aspal yang ikut terseret longsoran, "Sebanyak lima rumah juga ikut tertimbun longsor,” kata Kepala Bagian Humas Kabupaten Wonosobo, Agus Wibowo, saat dihubungi Tempo Selasa, 3 Januari 2012. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu. 

Agus menambahkan, longsor terjadi karena hujan yang tak berhenti sejak siang hari. Akibat longsor itu, masyarakat Wonosobo dan dari arah sebaliknya harus berjalan memutar sejauh 30 kilometer lewat Magelang. Gara-gara longsor, sedikitnya 1.900 pelanggan PDAM Wonosobo yang berada Kecamatan Kepil dan kabupaten Purworejo kesulitan mendapatkan air bersih. “Pipa yang menyalurkan air bersih ikut terputus,” ujarnya.

Bupati Wonosobo Kholiq Arif mengusulkan relokasi jalur utama Wonosobo-Purworejo. “Kondisinya sangat parah,” katanya.

Menurutnya, jalur tersebut selama ini memang dikenal rawan longsor. Ia akan berkoordinasi dengan pemerintah provinsi Jawa Tengah untuk mencari solusi secepatnya karena perekonomian dua kabupaten itu bisa terganggu. “Jalan ini sangat penting bagi petani tembakau di Wonosobo untuk menjual tembakau dan kentang ke daerah Yogyakarta,” imbuhnya.

Sebelumnya, jalan utama penghubung Jawa Barat-Jawa Tengah di Karangpucung Cilacap juga ambles karena hujan besar. Akibat amblesnya jalan itu, kendaraan bermotor harus antre satu persatu.
---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Cara Mudah, Cepat Dan Tanpa Resiko Membuat Uang Secara Online, Ikutan Gabung yuk !  Klik Disini !
---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Baca juga : 
-Mandi di Sungai Bogowonto, Hanyut Terseret Arus
-Selama Tahun 2011 Terungkap 61 KDRT

-Purworejo : Sembilan kecamatan dilanda banjir

Jumat, 23 Desember 2011

Berita Purworejo : Longsor di Kecamatan Bener

PURWOREJO-Hujan dengan intensitas tinggi  mengakibatkan bencana tanah longsor di Kecamatan Bener, Purworejo Selasa (20/12) petang. Bencana itu terjadi di tiga titik, dan mengakibatkan jalan kabupaten terputus, serta merusak dua rumah warga. 
Jalan kabupaten yang terputus berada di Desa Kamijoro, selebar dua meter dan panjang kurang lebih 20 meter, sementara dua rumah warga rusak akibat material tanah longsor berada di Desa Kalijambe dan Kaliurip. Total kerugian akibat bencana longsor diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah.
Kepala Desa Kamijoro, Sumaryoto menjelaskan, tanah longsor terjadi setelah hujan deras terjadi sejak pukul 13.00. ”Hujan turun hingga sore hari dan sekitar pukul 16.00 jalan yang berada di RT 03 RW 01 Krajan itu longsor,” katanya kepada Radar Jogja yang menghubungi kemarin (21/12).
Ruas jalan yang putus lebarnya tiga meter dengan panjang kurang lebih 20 meter, taksiran kerugian mencapai Rp 150 juta. Jalan tersebut merupakan akses jalan alternatif Purworejo - Magelang.
Dengan terputusnya jalan tersebut, akses perekonomian bagi warga Desa Kamijoro, Kalijambe, Jati dan Ketosari terhambat. Sementara waktu, warga harus memutar sejauh delapan kilometer guna menuju pusat Kecamatan Bener. 
”Jika melalui jalan alternatif yang putus ini warga hanya butuh menempuh jarak lima kilometer saja hingga pusat Kecamatan. Jadi jalan ini sangat penting bagi warga, kami berharap pemkab bisa segera bertindak,” tegasnya.
Sementara di titik longsor yang berbeda, material tanah longsor menerjang bagian belakang rumah milik Tukiyah, 70, warga Kalijambe, RT 01 RW 01. Kondisi rumah kini juga terancam longsoran karena masih ada tebing setinggi 20 meter dengan kondisi tanah yang labil.
”Kini saya harus menumpang di saudara dekat, karena takut jika sewaktu-waktu hujan turun dan longsor susulan terjadi," ungkap Tukiyah.
Rumah Amat Saeroni, 50, warga RT 03 RW 04, Dukuh Ngepos, Kaliurip juga rusak tertimpa pohon yang terbawa material tanah longsor. ”Tebing dibelakang rumah itu longsor bersama pohon dan menimpa rumah saya sekitar pukul 15.30. Rangka dan genting rumah saya hancur,” terangnya.
Kemarin warga melakukan kerja bakti untuk membersihkan material tanah longsor dan pohon yang tumbang serta memperbaiki atap rumah yang rusak. (tom/han)
Mau uang gratis ?  Klik Disini !
Bisnis Online Paling Meunguntungkan
Aduh maaak, terima kasih Tuhan, terima kasih webmaster. Saya bisa kuliahkan anak dan membantu biaya berobat ibu saya yg sakit dengan dana ini. Setelah itu saya betul2 percaya bahwa program bisnis ini bener2 bekerja. Sejak itu saya mulai aktif mempromosikan bisnis ini ke siapa saja, lewat email, milis, sms, dll. Sekarang hasilnya sudah lebih dari 500 juta masuk ke rekening bank saya. Sekali lagi terima kasih webmaster program 5 milyar
. Klik Disini

Salam, Bambang Widjatmoko, Surabaya (Kesaksian)